7 Tokoh dan Makalah Ilmu Budaya Dasar

Marisa Dwi Ramadhani
1EA03


TOKOH-TOKOH BUDAYAWAN
DARI DALAM NEGRI



1.       Sutan Takdir Alisjahbana
Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir













Sutan Takdir Alisjahbana (STA), lahir di Natal, Sumatra Utara, 11 Febuari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 (84 tahun) adalah seorang budayawan, sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia. Beliau juga merupakan salah satu pendiri Universitas nasional, Jakarta.

STA adalah anak dari pasangan Puti Samiah dan Raden Alisyahbana. Ibunya adalah seorang keturunan Rajo Putih, salah seorang raja kesultanan indrapira yang mendirikan kerajaan Lingga Pura di natal. Sedang kan ayah nya adalah seorang guru yang mendapatkan gelar Sutan Arbi.

STA menikahi tiga istri serta dikaruniai Sembilan orang putra dan putri. Istri pertamanya bernama Raden Ajeng Rohani Daha, yang dikaruniai tiga orang anak. Istri keduanya bernama Raden Roro Sugiarti dan dikaruniai dua orang anak. Dan istri terakhirnya bernama Dr.Margaret Axer dan dikaruniai empat orang anak.

Karir STA beraneka ragam mulai dari bidsng kesenian, sastra, dan bahasa. STA pernah menjadi redaktur pPanji Pustaka dan bali Pustaka (1930-1933). Kemudian beliau juga pernah menjadi guru di HKS Palembang dan dosen Bahasa Indonesia, sejarah, dan kebudayaan di Universitas Indonesia. Selain itu dirinya juga pernah mengajar di Universitas Nasional Jakarta, Universitas Andalas padang, guru besar dan ketua department studi melayu universitas Malaya, kuala lumpur.

2.       Selo Soemardjan
Kebudayaan berarti semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat













Selo soemardjan lahir pada tanggal 23 mei 1915, di Yogyakarta. Beliau adalah guru brsar fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Indonesia, pakar ilmu sosiologi dengan reputasi Internasional.

Beliau meneyelsaikan HIS dan MULO di kota kelahiranya, Yogyakarta. Kemudia beliau meneruskan ke MOSVIA di Magelang (1934) dan Universitas Cornell, Ithaca, New York. Di raihnya gelar sarjana dan doctor pada tahun 1959 di perguruan tinggi. Mendapatkan gelar doctor beliau menerbitkan dalam bentuk buku dengan judul “perubahan sosoial di Yogyakarta”. Prof. Dr. selo soemardjan menerima tiga satya lencana dari pemerintahan Republik Indonesia. Ia juga menerima penghargaan Groot Officeiier tingkat kroonorde dari belgia pada tahun 1970.

3.       R. Seokmono
Budaya adalah hasil kerja atau usaha manusia yang berupa benda maupun hasil sebuah pemikiran manusia dimasa hidupnya











Drs. R. soekmono, lahir di lahir di ketanggungan, kabupaten Brebes, 14 juli 1922- meninggal di Jakarta, 9 Juli 1997 (74 tahun) adalah salah satu arkeolog dari Indonesia dan pernah memimpin proyek pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1971-1983.

Soekmono adalah arkeolog pertama bangsa Indonesia yang berhasil meneyelesaikan gelar sarjananya bersama dengan Satyawati Suleiman pada tahun 1953 di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Setelah lulus dalam bidang studi arkeologi pada tahun 1953, pada saat itu juga beliau diangkat sebagai Kepala Dinas Purbakala Rapublik Indonesia, suatu kedudukan yang sebelum itu dijabat oleh orang Belanda. Jabatan ini iya duduki sampai 1973. Pada tahun 1970 beliau dipercaya untuk memimpin  Proyek Pemugaran Candi Borobudur, yang didanai oleh pemerintah RI dan UNESCO.

Ditengah kesibukanya beliau memimpin suatu proyek besar, beliau sempat menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Candi, Fungsi dan Pengertianya” di Universitas Indonesia tahun 1974. Pada bidang studi inilah pengelamanya diuji. Karena penggalaman dari proyek besar ini beliau dijadikan seorang ahli bangunan candi yang sedang ditanganinya. Bahkan di dunia internasional pengetahuan mengenai konservasi bangunan monumental banyak di pakai.

Kesibukannya sebagai “parktisi arkeologi” beliau tidak lupa mengamalkan pengetahuanya tentang Kebudayaan Indonesia di ruang kuliah Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Udayana, dan perguruan tinggi pendidikan guru di Batusangkar sebagai dosen luar bias pada tahun 1953-1978. Pada tahun 1978 beliau di kukuhkan sebagai guru besar arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Kemudian sebagai guru besar tamu di Rijksuniversiteit te Leiden, Belanda tahun 1978.





4.       Parsudi Suparian
Budaya akan melandasi segala perilaku dalam masyarakat, karena budaya merupakan pengetahuan manusia yang seluruhnya digunakan untuk mengerti  dan memahami lingkungan & pengalaman terjadi

 











Prof. Dr, Parasudi Suparlan lahir di Jakarta, 3 April 1938 – wafat di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 22 November 2007 (69 tahun) adalah seorang antropolog Indonesia. Beliau merupakan pakar dalam bidang antropologi perkotaan, kemiskinan perkotaan, dan multikulturalisme.

Beliau merupakan lulusan S1 antarpologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pada tahun 1970 beliau mendapatkan kesempatan untuk belajar di Universitas Illions, Amerika Serikat, yang kemudian menyelesaikan MA pada tahun 1972 dan Ph.D dalam bidang antarpologi pada tahun1976.

Beliau di angkat sebagai asisten dosen Prof. Harsya W. Bahtiar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan sebagai dosen tetap sejak tahun 1963. Pada tahun 1999, suparlan mendirikan jurnal polisi Indonesia dan menjadi pimpinan redaksi sejak saat itu. karya-karya yang di tulis oleh beliau telah di tebitkan kebih dari 200 tulisan sejak tahun 1964.

5.       Prof. Dr. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar












Prof. Dr. Koentjaraningrat lahir di sleman, 15 juni 1923- meninggal di Jakarta, 23 Maret 1999 (75 tahun) adalah antropolog Indonesia.

Dia anak dari pasangan R.M. Emawan Brotokoesomo dan R. A. Pratisi Tirtotenojo. Ayahnya seorang pamong praja di lingkungan pakualaman, sedangkan ibunya penerjemah bahasa Belanda yang sering di undang oleh keluarga Paku Alam.

Koentjaraningrat tertarik pada bidang antropologi sejak menjadi asisten Prof. G. J. Held, guru besar antorpologi di Universitas Indonesia, yang mengadakan penelitian lapangan di sumbawa.  Beliau merupakan sarjana sastra Bahasa Indonesia dari Universitas Indonesia tahun 1951 dan meraih gelar M. A. didang antropologi dari Yale Universitas, AS, 1956.

Beliau suka sekali menulis, banyak karya tulis beliau yang menjadi rujukan bagi dosen dan mahasiswa di Indonesia. Iya banyak menulis mengenai perkembangan antropologi Indonesia. Sejak tahun 1957-1999, ia banyak menghasilkan puluhan buku dan ratusan artikel.


DARI LUAR NEGERI

6.       Melville Jean Herskovits
Kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian di sebut sebagai superorganik.












Herskovits lahir di Bellefontaine, ohio pada tanggal 10 September 1895 – meninggal 25 Febuari 1963 adalah nama seorang antripolog yang berasal dari Amerika Serikat. Beliau juga penulis buku The Myth of the Negro Past yang kontrovesial. Bukunya membahas tentang pengaruh kebudayaan Afrika dalam kehidupan kulit hitam Amerika. Beliau juga turut berperan dalam membentuk konsep relativitas kebudayaan melalui bukunya yang berjudul Man and His Works.

Pada bidang studi Antropologi dari Colombia University di New York beliau mendapatkan gelar PhD, dengan bimbingan dari seorang antropologi Jerman-Amerika terkenal Franz Boas.

Herskovits wafat pada usia 68 tahun di Evanston. Pada tahun 1954, The Melville J. Herskovits Library of African Studies, sebuah perpustakaan yang banyak memiliki koleksi buku tentang Afrika, didirikan di Northwestrern University untuk mengenang jasa-jasanya.

7.       Ralph Linton
kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang manapun dan regular tidak hanya mengenai sebagian dengan cara hidup Name of  ITU yaitu masyarakat yang dianggap lebih diinginkan dibuat tinggi atau lebih












Ralph linton lahir pada tanggal 27 Februari 1893, di Philadelphia. Beliau lulusan antarpolog budaya. Dengan ketertarikannya beliau mengambil ekspedisi ke New Mexico, Colorado, dan Guatemala (1912-1913). Beliau kembali ke Barat Daya (1916-1919) dan dua tahun menetap di  Pulau marquases.

Awal 1920 dia mulai tertarik ke ethnologi. Beliau melakukan karirnya sebagai arkeolog dan melakukan penelitin yang luas terhadap etnografi berbagai daerah, termasuk madagaskar. Beliau menerbitkan The Tanala a Hill Tribe of Madagascar setelah dirinya mendapatkan gelar doctor. Karya Linton yang paling terkenal temasuk The Study of Man (1936) dan The Tree of Culture (1955)






BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Tujuan saya membuat makalah ini untuk di tunjukan kepada masyarakat agar lebih mengetahui  tentang pengetahuan dasar dan  pengertian ilmu budaya dasar. Dengan mengetahui pengetahuan dasar ini saya berharap agar masyarakat dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari nantinya. Di Negara Indonesia ilmu budaya dasar di kembangkan sebagai “Basic Humanities” yang artinya manusia yang mempelajari basic ini akan berbudaya dan halus.
1.2. Rumusan masalah
Beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi, antaralain :
a.       Pengertian tentang ilmu budaya dasar
b.      Hubungan antara manusia dan budaya
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan sang penulis dalam menulis makalah ini adalah :
a.       Untuk mengetahui tentang pentingnya mempelajari ilmu budaya dasar.
b.      Untuk membuat makalah tentang ilmu budaya dasar dalam rangka untuk memenuhi tugas perkuliahan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN MANUSIA
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (sansekerta), “means” (latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Jadi manusia adalah makhluk yang paling mulia disisi Allah SWT. Manusia memiliki keunikan yang menyebabkan berbeda dengan makhluk lain. Manusia memiliki jiwa yang rohaniah, ghaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena pada manusia terdapat daya berfikir, akal, nafsu, kalbu dan sebagainya.

B.      HAKIKAT MANUSIA
Hakikat manusia adalah pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam survey manusia dapat memenuhi kebutuhannya dalam berbagai cara.  Seungguhnya manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab atas tindakanya dan manusia diberi naluri.

Naluri adalah semacam dorongan alamiah dari dalam diri manusia. Setiap makhluk hidup mempunyai dorongan yang dapat diekspresikan secara sepontan sebagai tanggapan kepada stimulus yang muncul dari dalam diri  atau dari luar dirinya.

Hakikat manusia adalah sebagai berikut :
1.       Indivindu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual. Yang mengarahkan dirinya sendiri kea rah positif dan mampu mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
2.       Indivindu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik.
Hakikat manusia dalam wujud dan sifatnya antara lain adalah :
1.       Kemampuan menyadari diri
2.       Kemampuan bereksistensi
3.       Kata hati
4.       Moral
5.       Tanggung jawab
6.       Rasa kebebasan
7.       Kewajiban dan hak
8.       Kemampuan menghayati kebahagian

C.      KEBUDAYAAN BANGSA TIMUR
Bangsa timur umumnya dikenal baik dengan mengedepankan norma-norma, moral, etika, dan nilai adat istiadat serta nilai kebudayaanya yang sangat dijungjung tinggi. Kepribadian bangsa timur di kenal sangat ramah tamah dan bersahabat, dalam tutur katanya, pakaiannya, dan prilaku.

Salah satu dari bangsa timur adalah bangsa Indonesia. Sejak dulu Indonesia dikenal dengan sebagai bangsa yang memiliki kepribadian yang santun, positif dan adat istiadatnya yang beragam.

Yang dapat membedakaan kebangsaan timur dengan kebangsaan yang lain adalah keramahtamahanya, selain itu hal yang dominan adalah konsep gotong royong, kebersamaan, sopan.

D.      DEFINISI KEBUDAYAAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari “buddhi” (budi atau akal) yang di artikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Jadi budaya adalah suatu rangkain cara hidup manusia mulai dari pengetahuan, keyakinan, seni, suila, hukum adat, kecakapan dan kebiasaan yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi.

Setiap Negara pasti mempunyai unsur budaya yang berbeda beda. Maka dari itu budaya sangat penting untuk di pelajari, karena budaya mengajarkan bagaimana seseorang harus bertindak, berbuat, dan menentukan sikap sebgaimana mestinya.

Jadi budaya sangat penting untuk manusia, karena hanya manusia yang berbudaya. Dalam berbudaya setiap orang memiliki budaya yang berbeda-beda, oleh karena itu kita juga harus memahami  dan menghargai budaya yang lainya. Dalam berbudaya tidak ada yang salah atau pun benar, tidak ada budaya yang tinggi atau pun budaya rendah, budaya itu netral. Jadi budaya itu harus di pahami oleh siapapun karena budaya adalah kenyataan hidup.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektisi melalui tiga tahap :
1.       Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.       Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu satu kenyataan terpisah dati manusia dan berhadapan dengan manusia.
3.       Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat kembali oleh manusia.

E.       UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Yang dimaksud dengan unsur kebudayaan disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga yang dimaksud didalamnya adalah totalitas daripada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.

Beberapa orang sarjana, telah mencoba menemukan unsur-unsur kebudayaan, misalnya Melville J. Herkovits yang menemukan empat unsur kebudayaan. Dikatakanya, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, kekuatan politik. Sedangkan Bronislow Malinowski, mengatakan bahwa unsur itu terdari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau petugas ataupun lembaga pendidikan, dan organisasi kekuatan.
Sedangkan menurut C. Kluckhohn dalam karyanaya Universal of Culture, terdapat tujuh unsur ;
1.       Sitem bahasa
2.       Sistem mata pencarian dan ekonomi
3.       Sitem peralatan hidup dan teknologi
4.       Sistem kemasyarakatan dan organisai sosial
5.       Sistem ilmu pengetahuan
6.       Sisitem kepercayaan atau religi
7.       Sistem kesenian

F.       WUJUD KEBUDAYAAN
Terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu ;
1.       Ide/Gagasan
Suatu pola piker, contoh wujud kebudayaan dari gagasan pada masyarakat Yogyakarta ialah mempercayai adanya hal hal yang berbau mistis, seperti mempercayai benda-benda pusaka, makna motif batik dan lain lainya.
2.       Aktifitas : kegiatan/ tindakan yang dilakukan masyarakat.
3.       Hasil budaya : berupa suatu peninggalan, hasil karya/benda/fisik.

G.     ORIENTASI NILAI BUDAYA
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya di dunia, nilai kebudian pasti berbeda-beda pada dasarnya.tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainya. Lima dasar masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia, kerangka Kluckhohn:
1.       Hakehat hidup
a.       Hidup itu buruk
b.      Hidup itu baik
c.       Hidup itu bisa buruk dan baik, tetapi manusia harus berikhtiar agar hidup lebih baik
d.      Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan
2.       Hakekat karya
a.       Karya itu untuk menafkahi hidup
b.      Karya itu untuk kehormatan
3.       Presepsi manusia tentang waktu
a.       Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukanya hanya untuk hari ini dan esok.
b.      Orientasi masa lalu. Orientasi masalalu memang bagus dilakukan untuk meevolusi diri.
c.       Orientasi masa depan. Manusia futuristic pasti lebih maju di bandingkan yang lainya, karena mempunyai pemikiran yang matang untuk mengambil langkah-langkahnya.
4.       Pandangan terhadap alam
a.       Manusia tunduk kepada alam yang dasyat
b.      Manusia berusaha menjaga keselarasanya dengan alam
c.       Manusia berusaha menguasai alam
5.       Hubungan manusia dengan manusia
a.       Orientasi olateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, berjiwa gotong royong
b.      Orientasi vertical, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dam memimpin
c.       Individualism, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri.

H.      PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Perubahan dalam sistem ide yang dimiliki bersama pada berbagi bidang kehidupan dalam masyarakat yang terkait.

Unsur-unsur adanya perubahan kebudayaan :
1.       Sistem peralatan hidup
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia perumahan, pakaian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi. Dan transportasi.
2.       Bahasa
Sarana komunikasi utama manusia untuk mengenal sesamanya.
3.       Sistem kemasyarakatan
Sistem kemasyarakatan sering berubah juga meliputi sistem perkawinan dan lain sebagainya.
4.       Sistem ekonomi mata pencarian
Meliputi pertanian, perternakan, perikanan, dan lainya. Mata pencarian masyarakat juga sering berubah-ubah.
5.       Kesenian
Meliputi seni tari, seni suara, seni luki, seni pahat, seni musik, dan lainya. Seni mengalami perubahan dari waktu kewaktu.
6.       Sisitem religi
Yang dianut masyarakat telah mengalami perubahan, dulu meraka menganut animism dan dinamisme sekarang orang telah menganut agam dan mempercayai adanya tuhan.

I.        HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDYAAN
Manusia diciptakan hidup berdampingan, oleh karena itu manusia di sebut dengan “mahkluk sosial” , budaya diciptakan karena hasil interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di dunia. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama untuk melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya, sehingga kebudayaan memiliki peran penting :
1.       Suatu hubungan pedoman antara manusia
2.       Pembeda antara manusia dan binatang
3.       Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.       Petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak
5.       Sebagai modal dasar pembangunan
6.       Identintas diri
7.       Sebagai proses yang mempersatukan
8.       Sebagai sumber isnpirasi, kebanggaan, dan seumber daya penghasilan komodit ekonomi
Secara sederhana manusia dan kebudayaan merupakan dwitunggal. Dalani sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal kerena, walaupun mereka berbeda mereka tetap satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, kebudayaan yang tercipta mengatur manusia agar sesuai dengan tujuannya. Dengan demikian manusia tidak lepas dari kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
Kebudayaan adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi pikiran manusia di kehidupan sehari-hari, oleh karena itu kebudayaan bersifat abstrak. Sedangkan perwujdan kebudayaan adalah benda-benda yang di ciptakan oleh manusia dan sebuah prilaku.


BAB III
PENUTUP
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia dan kebudayaan saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat di pisahkan dengan mudah.kebudayaan di buat oleh manusia agar manusia dapat menerapkanya di kehidupan sehari-hari. Di setiap Negara berbeda-beda kebudayaanya yang artinya berbeda juga dengan kebiasaan sehari-harinya. Oleh karena itu, setiap manusia harus menghargai kebudayaan-kebudayaan yang lainya.


REFERENSI :
vanillabluse.blogspot.co.id/2014/05/makalah-manusia-dan-kebudayaan.html?m=1 (19 mei 2014)
camagun.blogspot.co.id/2015/07/hubungan-manusia-dengan-kebudayaan,html?m=1 (3 juli 2015)
riansetyawan72.blogspot.com/2016/03/kebudayaan-bangsa-timur.html?m=1 (4 maret 2016)
kumpulanmakalahhariati.blogspot.com/2015/09/makalah-ilmu-budaya-dasar-manusia-dan.html?m=1 (20 september 2015)
jjangnews.blogspot.com/2015/03/apa-itu-pengertian-hakikat-manusia.html (16 maret 2015)
christianmt7.blogspot.co.id/2015/07/hubungan-hubungan-manusia-dengan-kebudayaan.html?m=1 (1 juli 2015)
http://afrizaprihadi.wordpress,com/2012/09/29/ wujud-kebudayaan-dan-unsur-kebudayaan-pada-masyarakat-yogyakarta/ (29 september 2012)


Komentar